Kenapa Agama Bikin Indonesia Gak Maju-maju

12:37 PM 62 Comments

Halow, gimana SBMPTN-nya guys? Berhasilkah? Atau gagal seperti gue? Hohoho. Judulnya agak kontroversial yah? Oke peringatan dulu sebelumnya..


Disclaimer. 

Buat yang gak kuat iman, ustad, anak ustad, pendeta, anak pendeta, dan yang kira-kira mudah terpengaruh, gue saranin segera keluar dari artikel ini, kalo bisa elo block kontak gue, blog gue, semuanya. 

Karena artikel ini isinya pemikiran radikal banget (sesuai dengan pemilik blog-nya). Tidak sesuai dengan nilai & norma yang ada di Indonesia deh pokoknya… 

Tapi kalo elo masih insist untuk baca. Terserah. Resiko tanggung sendiri yah. 

Gue gak bertanggung jawab atas segala pengaruh artikel ini terhadap hal-hal yang elo lakuin. Dengan ngescroll ke bawah elo berarti udah setuju sama peraturan gue, ya. 

Jangan salahin gue kalo pola pikir elo berubah setelah baca ini. Artikel ini adalah manifestasi kekesalan gue terhadap fanatik-fanatik agama yang ada di Indonesia. 

Have you decided yet? Kalo udah, silahkan ngescroll ke bawah.

Sebelum gue bahas penyebab kenapa agama bikin Indonesia jadi negara terbelakang, gue mau cerita dulu tentang zaman dahulu kala, jauuuuh sebelum zaman modern seperti sekarang ini.. Iya, zaman di mana orang-orang masih belum mengenal teknologi canggih. 

Zaman apa? Jauuuuh sebelum zaman modern, adalah "Dark-Ages", atau sering kita sebut dengan MASA-MASA / ZAMAN KEGELAPAN.

"Eh, bentar-bentar Van.. Kok gelap?"

Simple aja, disebut gelap ya karena gak bisa melihat.

Kenapa? Jadi gini, dulu agama nasrani itu ngontrol sebagian besar daerah di Eropa dan pusatnya itu ada di gereja Vatikan, Roma. Pada saat itu, semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di-block / ditolak oleh Paus karena dianggap sesat. Sebagian besar perkembangan ilmu pengetahuan dihapuskan, karena dianggap bertentangan dengan kitab suci mereka.

Pada zaman itu, orang-orang banyak yang masih percaya takhayul. Bahwa bumi itu dibawa oleh kura-kura besar, bahwa bencana adalah amarah dewa, dan bahwa bumi itu datar... Jadi orang-orang di zaman ini percaya, jika mereka pergi ke barat, bakal ada jurang yang dalem buanget. Ilustrasinya sih bumi tuh kaya gini...

Gambar / ilustrasi bumi datar pada masa lalu

Gambar / ilustrasi bumi datar pada masa lalu


Makannya, pada saat itu Eropa mengalami kemunduran. Penyebabnya adalah karena gak bisa mobilisasi (takut berlayar ke barat) dan juga IPTEK-nya gak berkembang. Makannya dibilang Dark-Ages, karena semuanya dibatasi, jadinya buta, gak bisa melihat.

Ilmuwan-ilmuwan hebat kayak Galileo, Da Vinci, Copernicus pun (Penganut aliran heliosentris) dikucilkan dan dipenjara. Bahkan berakhir dibunuh. Sedih banget kan? Di saat yang sama, negara-negara di Asia, Afrika, dll udah nemuin buanyak ilmu pengetahuan, matematika, astronomi dan ilmu-ilmu lainnya.

Beberapa lama kemudian muncullah The Ottoman Empire, atau yang biasa kita sebut dengan “Turki Usmani“. Merekka nyerang ke daerah suci Yerusalem dan ngedapetin daerah suci. Lalu setelah itu mereka berperang lagi, tapi kali ini dengan pasukan Gereja Vatikan Roma, untuk memerebutkan daerah yang dianggap suci oleh kedua agama besar tersebut.

Perang memerebutkan daerah suci itu disebut perang salib, perang di mana kaum Muslim dan Nasrani memerebutkan satu daerah yang sama-sama berharga nilainya untuk mereka.

Buanyaak banget orang-orang yang ikut perang ini, petani, nelayan, pedagang, semua laki-laki dan anak muda dari kasta tinggi maupun rendah semuanya ikut perang ini. Ditambah pula propaganda dari petinggi-petinggi agama yang kira-kira berbunyi seperti ini...

Propaganda perang salib

“GUYS! KITA HARUS AMBIL DAERAH HAK AGAMA KITA! PERANG INI DIRESTUI OLEH TUHAN! DAN KALO ELO IKUT PERANG INI DAN GUGUR. LO BAKAL MASUK SURGA! AYO IKUT GUE!”

Alhasil, buanyaak banget orang yang modar. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Muslim memenangkan perang besar ini. YANG EFEKNYA JADI MEREMBET sampe ke Indonesia. Begini ilustrasi butterfly effect-nya.

Butterfly effect, karena konstantinopel ditutup oleh Turki Usmani


Jadi Konstantinopel yang notabene adalah satu-satunya jalur masuk ke tempat dagang terbesar di EROPA, DITUTUP oleh Turki Usmani. Orang-orang eropa gak boleh masuk, apalagi berdagang di sana. Jadi yaa elo bayangin deh gini..

Misalnya elo adalah orang Eropa yang udah biasa jualan tempe, tempe hasil produksi elo biasanya ditukar dengan rempah-rempah di pasar tempe Konstantinopel (anggap aja ada pasar tempe di sana).

EHHH TIBA-TIBA, ELO DILARANG MASUK DAN GAK BOLEH DAGANG DI SANA.

PERASAAN ELO GIMANA COBA? GAK ENAK KANN? IYA KAN?

SAMA KAYAK DITOLAK SAMA ORANG TUA GEBETAN, LALU GAK BOLEH MASUK KE RUMAHNYA, GAK ENAK BRO! #lohkok

Nahh, di sinilah awal-awal perubahan orang Eropa. Mereka stress. Gak ada rempah-rempah. Pengetahuan dibatasi. Pergi ke barat mau nyari rempah-rempah sendiri dianggap gila dan cari mati. Pergi ke timur lewat jalur darat ntar gak boleh masuk.

Akhirnya di sini mereka mikir dan ngebanding-bandingin sama bangsa lain.

“NJIR! KOK ORANG-ORANG ASIA, AFRIKA, DAN KAUM MUSLIM PADA PINTER YAH? JAGO NGITUNG PAKE ALJABAR, TEKNOLOGI PERDAGANGANNYA MANTEP PULAK, KOK KITA ORANG EROPA GINI-GINI AJA SIH?!”

Akhirnya orang-orang Eropa sadar. Ada yang salah dalam pemerintahan mereka. Ada sesuatu yang mengganjal mereka dalam memeroleh ilmu pengetahuan…

Dan lo tau apa itu? 

Betul! Jawabannya Gereja Vatikan Roma.

Di sinilah titik perubahan bangsa Eropa, yang sekarang membuat mereka menjadi negara-negara kuat. Seperti Inggris, Perancis, Jerman, dll.

“GERAKAN RENNAISANCE”

Terjadi revolusi besar-besaran, perombakan pola pikir, munculnya metode-metode ilmiah, muncul banyak ilmuwan dan para ahli di bidangnya masing-masing.

Intinya sih di sana terjadi REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN DAN BUDAYA yang memunculkan banyak pionir-pionir baru seperti..

-          Da Vinci (Favorit gue, tonton deh “Davinci’s Demons” di FX Channel, rame bgt)
-          Isaac Newton  (Fisikawan gravitasi, gaya, aksi-reaksi)
-          Michaelangelo (Seni, lukisan, pahatan)
-          Rafael (Seni)
-          Galileo (Astronomi)
-          Copernicus (Astronomi)
-          Renee Descartes (Pencipta grafik cartesius)
-          Imanuel Kant (Filsafat)
-          Hegel (Filsafat)
-          John Locke (Sist. Pemerintahan)
-          Montesquieu (Trias Politika)
-          J.J Russeau (Revolusi Prancis)
-          Adam Smith (Favorit gue juga, pencetus paham kapitalis)
-          David Ricardo (Muridnya Adam Smith)
-          Karl Marx (My fav! Hidup buruh! Komunisme! =] )
-          James Watt (Mesin Uap, Bohlam, pencetus Revolusi Industri)

Muncul juga agama protestan oleh Martin Luther (95 Protes terhadap gereja Vatikan, Roma), lalu setelah revolusi ini, semua kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh kaum feudal/bangsawan dan kaum agama dihapuskan.

Akhirnya negara-negara di Eropa pun  melakukan ekspansi dan aneksasi kepada negara-negara lain. (munculnya paham Imperialisme) Yang akhirnya menjajah bangsa-bangsa Asia, termasuk bangsa kita.

Tuh, lo notice gak sih perubahan besar ini terjadi setelah apa?

YA! Setelah mereka mengembangkan paham sekulerisme. Apa sih sekulerisme? Simple, sekulerisme adalah pemisahan antara agama dengan pemerintahan. 

Ya, setelah gue belajar buanyakkkk sejarah (Thanks to Pras [guru sejarah gue di Zenius] dan juga Habli [om gue] ) mata gue sekarang jadi terbuka..

“OHH GINI TOH!! TERNYATA YANG RATA-RATA BIKIN NEGARA GAK MAJU ITU INI!!”

Ya! Pola pikir dan paradigma! Oh iya, btw lo tau gak sih, kementerian agama itu cuman ada di Indonesia? 

Ini beneran lho.

Di Arab aja gak ada tuh yang namanya menteri agama (adanya cuman menteri haji dan wakaf kalo gak salah), tapi di Indonesia? No offense but I think  Indonesia itu sok-sok'an punya yang ginian.

Alhasil liat nih tingkah-tingkah orang yang fanatik agama yang menurut gue sangat-sangat konyol bila dibandingkan orang yang tidak punya agama.

Ulah anarki kaum beragama, penghancuran Gereja HKBP Setu, Bekasi
Penghancuran Gereja HKBP

Konflik ahmadiyah
Konflik Ahmadiyah


Gue juga suka heran, sama generasi-generasi tua kita yang suka diskriminasi agama dan ras, dan ini terjadi di rumah gue sendiri, agak miris juga.

  • Beli Mc’D dianggap membantu yahudi.

  • Nonton StarWorld dianggap tontonan "Kristen".

  • Ngucapin selamat natal gak boleh.

Ini nunjukin banget kalo negara kita itu masih PRIMITIF!

Kita masih ngebeda-bedain orang dari agama dan ras. Bahkan gue pernah dikasih tahu oleh guru dan orang tua gue agar jangan bergaul terlalu dekat dengan orang Kristen dan Cina. Suatu realita yang sangat fucked up!

Politik diskriminasi terhadap etnis cina yang berlangsung sejak orde baru


Emang sih, itu kepercayaan, dan semua orang punya hak untuk memercayai apa yang mereka ingin percayai. Tapi, apa ini membuat kita terlena? Terlalu larut memaknai agama sebatas betapa benarnya keyakinan kita dan betapa salahnya keyakinan yang berbeda?

Bukannya di mata orang dengan keyakinan berbeda, keyakinan kita lah yang salah dan mereka lah yang benar?

Kenapa kita pake fakta mayoritas kita untuk mendiskriminasi mereka dan merebut hak mereka? Kenapa kita gak bisa nerima perbedaan ini dengan legowo dan menjadikan agama urusan paling pribadi antara individu dengan Tuhan, tanpa perlu memerdebatkannya, tanpa perlu menyakiti orang lain? Tanpa perlu mengganggu hak-hak orang lain?

Apakah ini karena gue dan banyak dari kita dididik sedari kecil, di berbagai tempat pendidikan, ditanamkan pemikiran yang kemudian larut di alam bawah sadar bahwa hanya kita lah yang benar, agama kita lah yang paling benar, sementara agama berbeda itu salah, menyesatkan dan tidak dapat diterima? (VOAI)

Kalo iya, gue dengan keras mendukung, untuk

MENGHAPUSKAN KEMENTERIAN AGAMA

&

MENGHAPUSKAN PELAJARAN AGAMA DARI SEKOLAH.

Kenapa? Karena agama itu milik pribadi, jangan disangkutpautkan dengan pendidikan, apalagi pemerintahan.

Kalo mau belajar agama Islam ya silahkan belajar di masjid, kalo mau belajar agama Kristen, ya silahkan ke gereja.

Begitu maksud gue, jadi adil, gak ada yang didiskriminasi. Sampe sekarang pun, ketika mulai pelajaran agama di sekolah gue, orang Kristen teman sekelas gue harus keluar dari kelas atau kadang mendengarkan lagu dari headset di pojok belakang kelas. See?

Bahkan di Aceh, elo udah denger belom beritanya, yang kalo belajar sekelas cewe & cowo gak boleh disatuin, harus beda ruangan. Kan mantaps qaqa! Kalo gitu ya sekalian aja bikin negara Islam, kan enak. Sedangkan Indonesia kan bukan negara Islam (bahkan gak mau dibilang negara Islam) sedangkan realitanya begini. 

Begitu juga dengan pemerintahan. Islam melarang umatnya mengonsumsi bir, terus orang lain yang gak dilarang oleh agamanya juga gak boleh minum gitu? Sampe ada UU-nya segala… Terlalu! Menurut gue mah mendingan rokok aja yang dilarang di Indonesia, jelas-jelas bikin rugi sendiri dan orang lain. Lah ini bir. BIR?? Apa coba..

Di agama gue gak boleh minum bir, gue larang aja semua orang minum


Coba bayangin kalo kita yang jadi mereka. Kita yang minoritas. Kita yang menganut Ahmadiyah di Indonesia. Kita yang menganut agama Buddha / Hindu di Indonesia. Kita yang menganut Konghucu di Indonesia. Kita yang agama Kristen di Indonesia. Coba pikirkan, renungkan.

Pikir lagi udah berapa kali elo bilang..

“Anjir, ini mah film Kristen, jangan ditonton”

“Gue mah gak percaya evolusi bro, dosa”

“Gue mah gak mau temenan sama orang Kristen-Cina, soalnya blablabla”

“Hati-hati ntar elo jadi Ahmadiyah kalo temenan sama dia”

"Ngapain baca buku itu? Entar jadi Atheis!" 

Menurut gue, pola pikir inilah yang membuat bangsa kita bobrok. Gak maju-maju.

Orang-orang seperti ini terlalu fokus untuk beragama yang baik. Sampe lupa gimana caranya jadi manusia yang baik.

Dan perlu elo take notes di sini, bahwa sebenernya gue gak benci agamanya, cuman ya gue benci aja fanatik-fanatiknya. Semoga saja elo bukan salah satunya.

Ayo bergabung dengan gue, kita sebagai generasi muda harus terbuka pola pikirnya, kita revolusi negara ini menjadi negara yang humanis, toleran, dan menjadi masyarakat multikultural yang “Bhinneka Tunggal Ika”. 

Itu kan harapan founding fathers kita?

Bukannya malah terkekang oleh dogma agama, yang membatasi pola pikir. Ayo jadi sekuler! Tapi tetap agamis & percaya tuhan, dengan catatan tidak mengganggu hak asasi orang lain.

Gue cuman bisa berharap agar "politik aliran" dan "pendidikan aliran" ini berakhir.


Cuman bisa berharap.

  

Terima kasih telah membaca, kawan.

[BACA INI]

Setelah dilihat-lihat, ternyata blogpost ini tiba-tiba menjadi..... viral. Entah kenapa. 

Oleh karena itu, banyak muncul komen-komen dari berbagai perspektif... Akhirnya gue memutuskan untuk membuat pernyataan sikap bahwa:

Isi post ini memang banyak sesat pikirnya. Paragrafnya juga gak runut. Dan banyak lagi kekurangan lainnya. Ya karena memang ini cuman curhatan atas kekesalan gue terhadap kaum fanatik agama yang kadang ngerugiin orang lain. Isi post ini sangat jauh dari bagus. Ya, what do you expect? Tulisan ini juga gue buat saat masih SMA kelas 3 (kalo gak salah), ketika gue belum belajar penulisan ilmiah dan lain sebagainya saat kuliah. 

And well, akhirnya ketika gue baca lagi post ini setelah 2 tahun, gue berpikir bahwa "ANJIRR NI ARTIKEL JELEK BANGET!!". Meskipun begitu, gue sadar bahwa gue punya tujuan yang mulia saat menulis artikel ini, yaitu untuk memberantas diskriminasi agama (dan ras juga), serta mispersepsi agama yang dijadikan komoditas oleh sejumlah pihak. Gue juga gak bertujuan untuk membuat lebih banyak konflik ataupun menghina suatu agama, kalau post ini dianggap begitu, berarti tujuan gue.... gagal. 

Intinya: Banyak sesat pikir di tulisan ini, yang mungkin bisa lo baca di kolom comment. Banyak banget pembaca yang budiman yang ngingetin gue bahwa "Eh X itu gini lho, Y itu gini lho, bukan gitu" dan "Eh sejarahnya bukan gini lho". Dan gue sangat berterima kasih atas bantuannya mengoreksi segala sesuatu yang salah. Jadi, jangan telan mentah-mentah segala sesuatu yang ada di post ini (termasuk commentnya juga, karena ada juga beberapa yang sesat pikir), ok? Ok dong.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Show Comments: OR

62 comments:

  1. Jangan samakan Islam dan Kristen di dunia Barat... Memang barat mengalami kemunduran ketika mereka dekat dgn agama mereka (kristen), itu lah dark age kate gereja yg mendominasi ... Tapi tidak dengan Umat islam di timur yang justru mencapai kemajuan peradabannya ketika mereka dekat dan menjalankan agamanya, lihat comtohnya pada masa kekhalifahan... Dan sekarang ketika umat islam mulai jauh dari agamanya, ia mengalami kemunduran sampai sekarang ini... Mari kita umat islam kembali pada agama kita agar mendapat kejayaan kembali bukan malah meninggalkannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal bunyi aja lo bro.
      Justru kritik dari Al Ghazali yg menentang filsafat Yunani yg menjunjung tinggi logika dan penalaran ilmu itu salah satu faktor runtuhnya Islamic Golden Age. Dia menganggap filsafat Yunani (logika, metode saintifik) itu sesat dan dia pengen pemurnian ajaran agama Islam dari filsafat Yunani. Ya jadi sama aja.

      Delete
  2. Barat menjadi maju karena mereka meninggalkan agamanya (kristen) yg memang otoriter dan menghambat ilmu pengetahuan..
    Tapi umat islam menjadi maju dan meraih puncak prradabannya ketika agama islam benar benar diterapkan secara keseluruhan mencakup ekonomo, politik, dan pendidikan tidak hanya salat melulu di masjid.. Karena memang agama islam menyuruh umatnya untuk selalu menuntut ilmu bahkan merupakan jalan menuju ke surga..

    ReplyDelete
  3. Barat akan menjadi tertinggal ketika mereka dekat dgn agamanya (kristen) dan menjadi maju ketika mereka menjauhi agamanya..
    Sebaliknya dgn umat islam mereka maju ketika dekat dgn agamanya seperti zaman kekhalifahan dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok anda mengeneralisasi kalo barat itu agamanya Kristen? Emang semua orang barat agamanya kristen ya?

      Di tulisan ini, gue juga gak bilang kalo orang beragama harus menjauhi agamanya. Gue di sini cuma nekenin agar orang beragama gak ngurusin kehidupan agama orang lain, gak ngatur-ngatur cara hidup beragama orang lain, dan gak mendiskriminasi minoritas, karena kita sama-sama manusia. Itulah sekulerisme, yang berarti pemisahan antara agama dan negara, bukan berarti menjauhi agama.

      Delete
  4. Kalau lihat artikelnya sih, memang pemikirannya agak berbeda, tapi sah2 saja orang punya pikiran berbeda, tapi menurut saya sih bukan masalah agama, pemerintah atau apanya, masalahnya ada pada individu masing2. Klo individunya baik mau fanatik atau tidak pasti gak bakal berpotensi buruk ke orang disekitarnya. Dan sebaliknya klo pun dia tidak fanatik klo memang pada dasarnya individunya buruk y buruk saja...itu opini saya loh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, terima kasih sudah menyampaikan opini secara asertif, Izumifa. I really appreciate it.

      Delete
  5. Di indonesia cuma islam yg berkuasa,bangun gereja aja di permasalahin.tapi tuhan itu adil orang keristen saangat di berkati akhirnya bisa bikin greja2 di mall atau gedung perkantora jadi gabisa tuh yg namanya ormas atu umat islam yg bisa ngubrak ngabrik tempat ibadah.itulah hebatnya tuhan yesus.gbu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong kurangi yah hate comment terhadap umat Islam dan muji-muji umat Kristen-nya.

      Itu menunjukkan bahwa kamu sama saja dengan orang anarkis yang ngerusak tempat ibadah, diskriminatif.

      Iya, sama saja, diskriminatif.

      Kalo kamu jadi mayoritas, saya berani bertaruh kalo kamu akan melakukan hal yang sama kepada minoritas seperti yang dilakukan para anarkis itu (ini asumsi sih, tapi gapapa lah).

      Kurang-kurangi yah, mas (atau mbak?).

      Delete
  6. Gue bukan atheis dan gue cukup religious, dan kayanya lo nggak tau filosofi agama itu apa. Dan sounds menggeneralisir kalo lo bilang "agama yang bikin indonesia gak maju" lo liat negara yg banyak atheis nya banyak juga yang ancur kok. Mungkin lo terlalu fokus ke orang2 yg sukses nya aja. Dari sejuta penduduk, yang jadi ilmuwan cuma beberapa. Haha. Einstein ilmuwan canggih tuh, dia zionis yahudi kok dan sangat religious. Lo jgn judge suatu kejadian kesalahan siapa, lo juga harus tau apa dan siapa yg menyebabkan kekacauan itu terjadi, kalo emang lo terpelajar dan berpemikiran terbuka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya maksudnya disini sih jangan sampai aja agama menjadi faktor yg buat pemikiran lo jadi tertutup dan bikin lo ga bisa discover hal baru jadinya ga bikin ilmu pengetahuan maju, bro. Contoh paling huge nya itu, disaat otoritas agama percaya akan paham geosentris. Skrg sih udah jelas ya paham geosentris itu salah, tapi bayangin kalo elo hidup di jaman dimana semua orang percaya akan geosentris dan org yg menentang dipenjara bahkan sampe dibunuh? Intinya sih jgn menutup pemikiran lo, pertanyakanlah segala hal tanpa terkecuali. Itu sih prinsip gue.

      Btw tulisan lo ini van mengcover-up segala pemikiran gue selama ini. Gue berharap gue bisa nemuin orang2 dengan critical thinking lebih banyak lagi. Hehe, sukses terus van.

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Btw, gua baru denger ada orang religius mengatakan bahwa dirinya sendiri religius... Biasanya sih enggak kaya gitu, (biasanya yah) ehe.

      But, menanggapi komen abang Anon... Gue gak mengeneralisir bahwa agama bikin Indonesia gak maju, itu judulnya aja... yang kontroversial. Hehehe. Sengaja biar banyak yang baca, terutama buat para fanatik-anarkis yang biasanya cuman baca judulnya doang dan panas marah-marah (biasanya loh ya, BIASA-nya).

      Terkait dengan miss interpret-nya elo tentang artikel gue, mungkin lo lagi ngantuk pas baca artikel ini? (atau cuman baca judulnya doang?)

      Entahlah, tapi kesimpulannya, gue gak bilang bahwa "agama"-lah yang membuat Indonesia gak maju, tapi para fanatik agama yang anarkis yang gak pake logika-lah penyebabnya. Itu sih.

      Yah, tuh kan, jadi aja gue nulis kesimpulan artikelnya di sini:( Well, mungkin comment gue ini bisa membantu abang Anon dan orang lain (yang mungkin miss interpret karena ngantuk, atau karena males baca dan hanya melihat judul tanpa membaca keseluruhan artikel dengan kritis).

      Untuk Navyanto, terima kasih sudah mewakili pendapat saya. Anda luar biasa!

      Delete
  7. Keren dong artikelnya:') gue telat bgt ya baru nemu wkwk. Baca2 isi dari blog ini ko pada keren yaa hahaha. Diskriminasi di indonesia jalan terus... Mau agama apapun selain islam, kayanya gimana gituu.. Bukan cuma agama, beda pendapat yg org minoritas padahal seagama aja msh ya.. You know lah indonesah. Gimana ya hahaha udahlah yg penting setuju sm artikel lo. Semoga makin banyak penerus bangsa yg open-minded dan ga gampang dibego2in. Hahaha tenkyuu, vaan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Anon yang kritis dan budiman. God bless you!

      Delete
  8. Indonesia gak maju2 karena umatnya gak bener2 ngikutin apa yg diajari oleh kitab sucinya...

    Bukan salah agamanya, tapi salah sikap pemeluknya yang tidak terlalu paham dengan agamanya.

    ReplyDelete
  9. ga bisa baca commentnya

    ReplyDelete
  10. Stuju, brur... Ane dukung toleransi antar umat beragama

    ReplyDelete
  11. Gw komen dikit ya bro. Pertama, better klu charles darwin dimasukkan dlm nama ilmuan di zaman itu. Krn buku "origin of species"
    Dipublish pd abad 19. Buku ini termasuk trobosan yg sangt menampar iman Kristen pada waktu itu. So sangat berpengaruh eropa pda abad itu.
    Kedua, jgn lupa bahwa sekularisme, empiris, modernisme, imprrialisme itu adalah benih dri kapitalisme yg mendobrak revolusi industri yg merubah sejarah manusia. Tentunya pemerintahan monarki mulai collapse dan mulai digantikan oleh semangat borgouise yg memanfaatkan kaum proletar dlm menggerakkan aksi perlawanan. Again kapitalisme dilabel buruk oleh banyak pihak n paham. Termasuk marxisme. Gw heran lw bisa kagum sama capitalisme n marx disatu sisi lain.
    Ketiga, lw kudu baca sejarah indonesia lagi. Wkt jaman hindu-buddha di indonesia. Agama dan pemerintahan jalan berdampingan. Alhasil saat itu majapahit-sriwijaya sangat luar biasa besar dan perkasa. Baca lgi kitab i-tsing bahwa indonesia saat itu menjadi peradaban agama hindu-buddha di asia. Bahkan kekaisaran china pun mengakui itu. Ttg kemajuan, saat iti kita menjadi pusat perdagangan dan kekuatan militer negara maritim yg hebat.
    So gw agak keberatan klu lw udh bilang sekulerisme menjadi jalan satu2nya u/ membuat negara maju.
    Toh klu sekarang ceritanya berbeda ya kita mesti berkaca lagi apa yg salah dlm penerapannya. Apa yg hilang dri generasi skrg ini. Jaman pemimpin bangsa dlu. Indonesia sempat memiliki generasi emas yg diakui dunia. Soekarna-hatta cnth nyata. Mereka yg hidup digenerasi ini mempelajari lbh dr 1 bhs agar dpt menyerap pengetahuan sedemikian rupa dan mengaplikasikan apa yg bisa bermanfaat. Gw setuju sama loe pada 1 point bahwa kita terlalu terlena. Cukup dgn membaca dan khatam ayat2 suci org tua sdh terlena dan puas. Knp tdk membaca sejarah dan menyembunyikannya dibalik buku tua yg mulai menguning. "Bangsa yg besar adalah bangsa yg paham akan sejarahnya" bukan bgitu?
    Sejarah kita saja sudah disunting, disensor dan dimanipulasi. Lalu??? Tanyalah pada para ortu yg mendidik anaknya. Merubah bangsa hrs mulai dr merubah sebuah rumah tangga bukan? Lalu banyak rumah tangga. Ingat rumah tangga itu adalah smallest state apparatus kata mbah althusser.
    Keempat,
    Gw seorang keturunan tionghoa yg kata guru loe mesti dijauhin. Hehehe
    Tpi sampai saat ini gw cukup mampur berbaur dlm kehidupan. Gw gak milih2 temen dr ras agama maupn suku. Selama dia santai gw jg santai.
    Baca artikel lw gw tau lw org yg open minded n punya wawasan.
    Ngomong2 soal mayoritas gw pny kutipan yg gw suka sekali sampaikan.
    Seorang Siddartha Gotama pernah dlm kehidupannya ditanya oleh sesorang ttg kelanggengan sebuah agama. Dan jawabnnya simple. "Sebuah agama yg besar tdk perlu takut akan ancaman dri agama lain yg datang menghancurkan-nya. Tpi kehancuran itu akan datang dri dalam layaknya karat yg akan mengikis habis besi yg ditempatinya". So mungkin ini bisa menjadi sebuah renungan jga. And dont worry, lw gak bakal pindah agama buddha cuma krn lw tau ini kan. Hehehe
    Anway, hati2 aja gak banyak org yg bisa menerima jalan pemikiran lw. Terutama yg sangat fanatik. Yg ada loe bakal dikira kerasukan jin. Hehehe.
    Klo gw bilang lw manusia yg udh berevolusi. Seleksi alam kan akan memilih yg terbaik. Dan yg terbaik itu jumlahnya pasti gak banyak.

    ReplyDelete
  12. Jajaja.... Gua suka gaya lo gan. Kalau kamu orang pribumi asli, gua suka sama lo gan, lo salah satu dari sedikit orang pribumi yang tidak mengucilkan kaum minoritas seperti gua. Gua juga kagak suka ngebedain kawan dari agama, apolagi ras. Itu urusan kagak penting banget.

    ReplyDelete
  13. Akhirnya ada org yg mau menuliskan opini gw yg selama ini bikin gw kesal bgt menyangkut SARA di Indonesia.
    Semua hal di Indonesia selalu saja dikaitkan dgn SARA, bahkan dukungan klub bola eropa pun dikaitkan yahudi lah, ini lah, itu lah.
    Org minoritas Indonesia yg memimpin daerah yg mayoritas pun tak luput dari SARA utk menjatuhkan org minoritas tsb.

    Bhineka Tunggal Ika is bullshit di negara kita ini. Cuma sekedar tulisan saja.

    ReplyDelete
  14. 1. Solat lo di benerin dulu deh.
    2. Agamaku ya agamaku, agamamu ya agamamu.
    3. Coba yg tadarus al-qur'an di kathamin sekalin pahami arti kata tiap ayatny.
    4. Ndang tobato

    ReplyDelete
  15. Cerdas, ane memang sependapat dgn penulis. Tp itu dulu, sbenernya skrg jg ga jauh beda sih :P apalagi habis ikut pengajian rutin, belajar kitab2 hikam, dll, well...yeah, ada benernya apa yg disampaikan oleh penulis. Cuman ada jg yg salah, hehe. Contoh, 1) kalo semisal penulis cmn tau diskriminasi dr muslim ke non muslim, brarti penulis korban media. Knp bgt ?? sadarkah kl media yg kita liat slama ini ndak imbang dalam hal pemberitaan ? tau FPI kan ? gmn citra mereka di media ? bandingkan dgn realita, kl ada bencana, mereka yg pertama turun ke lokasi, kemana media ? dunno. Mereka maen gusur ? faktanya peringatan awal mereka sudah layangkan, tp gada respon ? so thats it. No offense nih, kritis itu boleh, tp landaskan dgn ilmu :). Adakah dark age dalam sejarah islam ? so then, lantas knp contoh diskriminasinya islam ? Bahkan di al-qur'an udah dijelasin kok, cikal bakal ilmu2 modern yg skrg ada, bandingin aja sama isinya al-qur'an, pasti ada :). So, the point is, congrats untuk artikelnya, bagus kok isinya. Saya jg ndak setuju dgn hal2 yg berbau radikal. Agama memang utk pribadi, tp cakupannya luas, mulai bayi lahir sampek mati pun diatur. Jd saya kurang setuju di bagian sekulernya, cz islam mengatur sedemikian rupa hidup umatnya. Yg setuju itu di bagian habluminannassnya. Kita jgn diskriminatif sama umat lain, ttep saling menghormati :)

    ReplyDelete
  16. ah, mau elo fanatik level 100, mau elo sekuler level 100, mau elo toleran level 100, dan level 100 lainnya. ya selama loe2 pade masih menjadi budak2 dari produk asing dan aseng ya gak akan maju maju negri ini :p

    ReplyDelete
  17. Menurut saya, ini bentuk kegelisahan anda sebagai bangsa indonesia sekaligus sebagai pemeluk agama yg resah dan muak dg semua kebrobokan, pertikaian, sekuleritas di negeri ini. Bagus sih mas tulisan anda. Saya pun merasakan hal yg sama. Tapi, kalo pendapat mas evan itu agama(semua agama) adalah biangnya yg bikin negera kita ga maju mungkin kurang tepat. Agamanya ga salah. Tapi penganutnya yg gagal memahami agamanya dan gagal mengamalkannya. Kalo boleh saran sih, buat nambah perspektif mas evan, bisa cari di youtube semua video Cak Nun atau kenduri cinta. Disitu banyak pemikiran2 beliau yg bikin kita jadi kebuka dg semua permasalahan negeri ini.
    Salam dr saya mas, Habibi.

    ReplyDelete
  18. Revisi dikit bro... Da Vinci dan Galileo gak dibunuh bro, malah da vinci jadi teman dekatnya paus saat itu. Dark ages juga bukan karna vatikan,tapi karna jatuhnya kekaisaran romawi barat, dark ages sendiri sudah ada semenjak abad ke5, sebelum ada nya perpecahaan antara orthodox dan katolik.
    But nice post (y) brooo, overall gue setuju sama semua pendapat loo

    ReplyDelete
  19. nice content
    but you should consider
    permasalahan utamanya disini adalah Hypocrite sama Gosip Masyarakat
    bukan dalam religion itu sendiri, walau emang secara tidak langsung sih, tapi dalam agama itu sendiri gak ada ajaran tentang itu, sama aja kayak agan masuk sekolah jurusan a, dimana di a itu sekolahnya ada gossip, dosen gak pernah ngajarin itu, agan gak bisa salahin sekolahnya kan, salahin masyarakatnya

    BTW keep up the good work, kalo ada yang judge elu gak usah salah ini namanya "sesuai pemikiran" mereka juga judge lu sesuai pemikiran mereka, gua cuman ngasih tau aja sesuai pemikiran gua, kalo misalnya kontradiksi sama pemikiran yang lu anggap benar, ya hiraukan saja

    ReplyDelete
  20. Cara berfikir mu keren bro, sebenarnya tinggal kita nya sii gimana melihat situasi kondisinya, tapi ya gitu deh orang kalau udah terlanjur fanatik repot kita yang umum dikira gk ada kontribusi apa" padahal belum tentu too. ya doain aja yang terbaik lah. ^_^

    ReplyDelete
  21. mantap bung...lanjudkannn

    ReplyDelete
  22. Tulisan yang luar biasa anak muda!

    ReplyDelete
  23. Ane tau maksud ente bagus gan, tapi gimana mau membuka pikiran generasi pemuda kalo argumen2 ente based on hoax. Argumen2 ente ga ada bedanya sama hoax2 religi buat tipu remaja2 kurang baca.

    Mumpung ane lagi baik, ini list hoax buat perbaikin tulisan ente:
    1. Mitologi bumi ditopang kura2 itu mitologi china & indian, kalopun ada mitoligi tsb di eropa, itu ga ada hubungannya sama dogma gereja. Ga ada dogma gereja demikian
    2. Ilmuwan2 yg ente sebut2 (Copernicus, galileo, da vinci) ga ada satupun yg dibunuh Vatikan. Ayo baca lagi
    3. Perang Salib udah selesai sebelum Ottoman berkibar. Ottoman bukan perang rebutan Yerusalem sama Vatikan, mereka justru rebut Yerusalem dari Mameluk yg notabene sesama kerajaan islam
    4. Konstantinopel direbut Ottoman dari Byzantium yg notabene juga rivalnya Vatikan
    5.Sekulerisasi bukan berawal dari Renaissance, tapi dari Enlightment beberapa abad setelahnya
    6. Ilmuwan2 yg ente banggakan & idolakan ga sekuler kek yg lo kira. Newton, Keppler, Copernicus, Galileo, Pascal, Mendel, dan ilmuwan2 lainnya adalah penganut nasrani yg taat bahkan banyak dari mereka adalah teolog2

    Ane apresiasi ente yg jujur akuin banyak kesesatan di tulisan ente. Tapi kalo memang niat ente buka mata pemuda2 indonesia, plis jangan based on hoax, apalagi hoax sejarah.

    Lalu apa yg bikin Eropa jadi maju?
    Banyak faktor, tapi ane bocorin cluenya.
    Perhatiin dua kelompok negara ini:
    Kelompok pertama >> negara2 Barat dengan ekonomi kuat: AS, Jerman, Belanda, Swiss, Inggris, negara2 Skandinavia kek Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark
    Kelompok kedua>> negara2 Barat dengan ekonomi lemah dan rentan krisis: Spanyol, Italia, Portugal, Yunani, Meksiko, negara2 Amerika latin, negara2 Baltik & Eropa Timur.
    Apa ente sadar apa yg bedakan kedua kelompok tsb?
    Kultur agama!
    Negara di kelompok pertama adalah negara2 dengan kultur Protestan. Sedangkan negara2 di kelompok kedua adalah negara2 dengan kultur Katolik/Ortodoks Timur.
    Pernah kepikiran kenapa AS jauh lebih maju dari Meksiko & negara2 Amerika Latin. Karena agama!
    Pernah sadar kenapa Swiss yg ga punya tentara bisa damai & ekonomi kuat, bahkan banyak markas organisasi2 dunia berpusat di Jenewa? Tahu Jenewa kota apa? Jenewa kota pusat Calvinisme Protestan.

    Adakah negara2 yg buang jauh2 agama? Ada: negara2 ekonomi komunis. Lalu gimana negara tsb? Maju?
    Komunisme ga pernah meratakan kekayaan, justru komunisme meratakan kemiskinan. Udah banyak contohnya kek Korut, Kuba, negara2 bekas Uni Soviet.

    So, apa yg menghambat kemajuan suatu negara adalah agama? Think again :)

    ReplyDelete
  24. Hm gimana ya.
    Kalo gua bisa bilang lu ke brainwash, gabisa milah milih info yanh benar dan ngga

    Contohnya aja ya tentang bir. Pemerintah ngelarang bir faktornya bukan dr agama kali, tapi krn bir iu memabukkan dan juga bisa memicu kecelakaan, krn data yg menyebutkan org kecelakaan sebab mabuk itu cukup tinggi bro.

    ReplyDelete
  25. Hanya ingin meluruskan. Mungkin ini ekstrem banget ya tulisannya hha, salah ane juga baca padahal udah ada peringatan.

    Sebenarnya Agama lah yang menuntun kita pada kebaikan. Benar? Kalau mereka, kita kalian mempelajari agama dalam kitab kalian masing-masing dengan teliti dan mengimplementasikannya sebenarnya juga sudah mencakup semua hal. Mulai dari pesan moral, hingga penciptaan bumi, matahari, siang yang manusia tidak dapat menjangkaunya. (khususnya dalam kitab agama samawi: Yahudi, Kristen, Islam). Ilmu penciptaan bumi ada di halaman pertama Al-kitab, benar?

    Kalau masalah perang ya semua memang pasti ada yang menang ada yang kalah. Dan yang menang menguasai daerah, itu wajar. Perang manapun dan apapun agamanya pasti demikian. Ambil contoh aja Israel sama Palestine. Begitu pula di daerah mayoritas, pasti minoritas agak merasa terasing. Bukan karena agama, tapi memang sudah pasti seperti itu 'human logic'.

    Pembangunan rumah ibadah minoritas memang agak sulit ditempat mayoritas dan sesuatu yang haram di mayoritas pasti kena perda. Sama halnya dengan perda islam di Aceh, maupun perda kristen di Manokwari.

    Maka itu agama menuntun kita untuk saling mengasihi, menghormati. Baik menghormati dari sisi agama mereka maupun agama yang kita anut.

    Dan memang Islam sebenarnya melarang mengucapkan hari raya agama lain dalam kitabnya, itu benar dan lantang. Tapi masih banyak di sebagian islam yang gak enak, ngucapin agh gpp 'toleran', padahal sebenarnya mereka tau itu gak boleh cuma karena gak enak aja dan cari dalil-dalil 'salah' demi memperbolehkan.

    Tapi salah juga kalau orang islam bilang "dilarang mengucapkan hari raya anu" di depan publik. Kan nantinya bikin non muslim baper, ya kan? Harusnya di masjid aja atau di lingkup masyarakat Islam. Jadi buat non muslim harap memakluminya saja kalau islam gak ucapin selamat. Bukan gak toleran, tapi itu udah ketentuan agama islam. Kalau dibicarakan toleran, islam toleran kok :) RasulNya agama Islam kasih makan dan menyuapi Yahudi buta hingga meninggal. Dan islam wajib mengasihi sesama, tidak boleh mengusik, menghargai hari raya agama lain/tidak mengaggu.

    Kalau toleran kok islam boleh membunuh non muslim? Nah ini yang kebanyakan salah dipahami orang non muslim. Sebenarnya Islam dilarang membunuh non muslim, kecuali non muslim itu telah memerangi agama islam. Dalam agama apapun juga wajar kan membela agamanya? Apalagi di taurat, injil, al-quran semua ada.

    Kalau di Jakarta dan sekitarnya ada FPI. Di sulawesi utara dan papua juga ada banyak ormas kristen. Benar kalau mereka berbuat kebaikan, salah kalau mereka anarkis. Dan yang anarkis itu lah oknum.

    Jika ada yang "nyeleweng" berarti agamanya belum benar :) Dan ilmu pengetahuan yang paling tinggi sebenarnya ada di kitab-kitab agama kalian, khusunya Samawi (Yahudi, Kristen, Islam) sekali lagi.

    Kayaknya hampir semua postingan di blog itu udah ane jawab.

    Sengaja ane komen begini biar meredam provikatif agama di dunia maya :)

    ReplyDelete
  26. Kesimpulan gue sih salah ya yg namax nyalahin agama sbg penyebab indonesia gak berkembang.

    Memang orng indonesia kbanyakan blajar agamax salah, makax tuh jd gitu. radikal dan pakai akal cb swaktu blajar. Kalo di pake tuh akal bener2 pasti maju deh.

    Lah kalo soal bir gue nanya (no offense)... untung sama rugix gede mana jd lu dukung?

    ReplyDelete
  27. Bener banget, ini semua soal pola pikir dan paradigma. Kalo kita pikir agama pangkal kerusakan, ya begitulah yang kita lihat dan rasakan. Kita tidak bisa melihat bagaimana Romawi maju setelah kaisar-kaisarnya yang awalnya penganut paganisme memeluk Kristen. Terlebih saat Romawi bergandengan mesra dengan Gereja. Romawi jadi imperium terbesar yang sekaligus menjadikan Kristen agama besar.

    Lalu seperti disampaikan dalam posting ini, ketika Eropa mengalami kejatuhan karena Gereja "menghalangi" kebebasan berpikir saintis masa itu yang dinilai bertentangan dengan Alkitab, di Asia dan Afrika (serta sebagian Eropa) ummat Islam mengalami masa gilang-gemilang tersebab merangkul erat ajaran al-Qur'an. Ummat Islam dan pemerintahan Islam ambruk setelah pemimpinnya korup akibat menjauhi tuntunan agama.

    Oya, soal cuma Indonesia yang punya Menteri Agama. Benar sih, kalau acuannya sebutan "Menteri Agama" ya. Tapi Bangladesh dan Pakistan punya Minister of Religious Affairs, di Israel namanya Minister of Religious Services (HaMisrad leSherutay Dat), dan Arab Saudi yang kata narablog ini gak punya Kementerian Agama punya badan yang dalam bahasa Inggris bernama Ministry of Islamic Affairs, Dawah and Guidance.

    Sudah, itu aja. :)

    ReplyDelete
  28. Jangan menghukumi semuanya jika baru tahu sebagian. atau, kadang, lo sendiri bisa gk nyadar memiliki fanatisme pda agama... shingga, gk nyadar trbelenggu juga pmikirannya... klo mo nulis agama, kutip dri sumber aslinya, kitab suci, apakah ajaran agama itu yg salah ato penganutnya yg masih awam ato slh faham. klo msalah krna sbagian umatnya yg slah faham, lo jgn mnghukum agamanya...

    ReplyDelete
  29. Sejujurnya,judul artikel ini sendiri sudah agak memancing, bro. Hahaha. Tapi it's okay. Pas gua baca ternyata gua mengerti apa yg lu maksud.
    For me personally, kasus-kasus seperti masih ada diskriminasi pun itu bisa juga dikarenakan secara personal orang tersebut memang biasa tinggal di lingkungan yg homogen, gan. Krn mereka tidak terbiasa melihat yg berbeda, sekali terjun ke lingkungan yg heterogen, mungkin langsung merasa 'asing'.
    Ya memang Indonesia kan masih negara berkembang, dan menyatukan pikiran masyarakat yg diversity dari Sabang - Merauke bkn hal mudah. Tapi mungkin pendidikan bisa menjadi salah satu alternatif utk menjembatani itu. Tapi, ya itu tadi. Terkadang di sebuah aspek memang diperlukan sekularisme.

    Okay, Bung. Tulisan ini cukup berani dan kritis. Namun, sebagai saran mungkin ke depannya dalam menulis artikel yang kritis seperti ini disertai, sejarahnya bisa dicantumkan data2 dan bukti yang akurat supaya tidak ada yg menganggap 'sesat' lagi. Hehehe.
    Saya pribadi sejujurnya tidak menganggap tulisan ini sesat. Mungkin dari penyampaian dan tata bahasa anda saja, namun menurut saya seisi artikel msh dapat diterima dengan 'pikiran terbuka'.

    Semangat menulis lagi, Bung!💪👏

    ReplyDelete
  30. Ga mau komen yaa yg soal agama. Tapi yg soal bir. Yaiyalah bir ngerugiin. Terlepas dr agama. Kok lo bandingin ama rokok. Ya lebih ngerugiin bir lah. Bir itu bikin mabok. Bikin rusak ginjal juga. Lebih destruktif daripada rokok. Meskipun ya rokok juga ga sehat. Gini kalau mau ngebahas sesuatu, belajar dulu ya adek. Jangan asal nulis dan ngejeplak. Oke fokus utamanya bukan bir dan rokok. Tapi bahkan elemen terkecil dalam tulisan lo pun harus diperhatikan logis enggaknya karena kalau ga logis akan bikin keseluruhan tulisan lu terlihat, sori, bodoh. Dan bikin orang mikir: pantes lu ga lulus snmptn

    ReplyDelete
  31. Saya sangat menyukai posting Anda. Meskipun ada beberapa hal yang ga saya setuju dan perlu Anda tambahkan. Tapi tidak ada salahnya membaca dari segala perspektif.

    Menurut saya, agama ada karena manusia pada masa dimana agama diciptakan tidak mengetahui mengapa sesuatu diciptakan. Seandainya ilmu pengetahuan telah ada sejak awal mula ada manusia , saya yakin agama ga pernah ada.

    Sebaiknya agama dijadikan sebagai sarana spiritual dan mengingatkan kita untuk saling mengasihi.

    Saya tidak terlalu fanatik mengikuti ajaran agama saya. Tapi setiap kali saya berdoa harian sesuai agama saya, saya merasa jauh lebih tenang. Saya yakin tidak ada psikolog hebat yang mau memberikan ketenangan hati setiap hari secara personal. Dan itulah fungsi agama yang sebenarnya.

    Jadi, ingat2 aja deh kata2 Einstein tentang agama dan ilmu pengetahuan

    ReplyDelete
  32. Okee thx for ur article ..
    Gw setuju sma artikel yg lo tulis(hnya pada bagian org yg fanatik agama)
    Jadi .. Lo ga boleh salahkan agama mulu, yg musti lu perbaiki itu 'orangnya'.

    Indonesia itu bukan negara liberal,bukan Negara agama dan bukan Negara Sekuler.
    Indonesia adalah Negara Pancasila yg mana di sila kesatu sdh jelas2 tertulis "KeTuhanan yang Maha Esa"(Membebaskan rakyatnya utk memilih kepercayaan,walaupun sperti yg kita liat masih sja blm terealisasi dengan baik). So yu ga bisa semena-mena menyalahkan agama, menghapuskan pelajaran agama ,apa lagi menteri agama.
    Banyak Negara sekuker dan liberal dan agama yg perkembangannya lebih bagus dripada indonesia dan banyak juga negara sekuler,liberal,agama yg perkembangannya lebih jelek(jauh di bawah) Indonesia. Jadi agama bukan salah satunya masalah yg mempengaruhi perkembangan , masih bnyj hal lainnya sperti Korupsi, SDM dll.Dan agama itu bukan masalahnya , yg bermasalah itu org yg tdk menghargai agama/kepercayaan orang lain, think again!

    Dan saran lagi, klo mau nulis artikel itu judul/tema dan isinya harus sesuai. Artikel yg lo tulis ini lebih ke arah ateis, klo lo ga percaya Tuhan lo mending hidup di Negara lain aja, dasar Negara lo sendiri aja lo ga tau sdh mau bahas2 tentang perkembangan Indonesia hehe

    Dan satu lagi, mendingan lo cari tau dan belajar aja tentang 5 agama yg diakui di Indonesia baru membahas tentang agama.. Walaupun menurut lo ini hnya buang2 waktu dan agama ga penting tpi klo lo mau bahas tentang agama lo hrus tau ttg agama tersebut. Agamamu sndiri aja lo blm pelajari smuanya apalgi mau membahas ttg smua agama yg ada di Indonesia, atau lo atheis?!? Mudah2an engga, ingat bro lo hidup dimna, dibesarkan dimana.

    Itu aja bro, mari sama2 kita bertoleransi, menghargai sesama,menghargai kepercayaan org lain, menaati peraturan yg ada, menghargai perjuangan pahlawan kita dan mari sama2 membangun Indonesia!

    "Science without religion is lame, religion without science is blind"

    ReplyDelete
  33. Fanatisme itu bukan salah ajaran dan agamanya.. tapi salah orangnya. Tu orang2 begituan belajarnya masih belum selesai, 'ngaji'nya masih belum kelar.. So, kita-kita begini yang masih banyak bacot masalah agama-lah, pemerintah-lah, hukum-lah, apalagi sampe debat, adu mulut.. sebenernya cuma gara-gara ilmu kita masih cethek. Belum gunakan nurani dengan baik, emosi mulu dikedepanin. Okelah, gue hargai lo nulis beginian. Gue paham ada niatan baik dibalik curhatan lo, kita sama-sama pengen negeri ini tentrem, dan bener-bener bisa ngedalemin cara jadi jiwa yang baik.. Tapi, semua itu bakalan basi kalo kita gapunya bekel broh! Kalo cuma emosi doang mah, sama aja ancuur. Harus cukup ilmu dulu. Kelarin dulu, hatamin dulu pedoman lo. Jangan setengah-setengah! Yeah, gue ngomong gini.. juga buat tamparan diri gue :)

    ReplyDelete
  34. sorry mas broh, gw cuma bisa ketawa

    nyatanya blog lu g bisa bikin org Indonesia maju kecuali maju untuk komen disini
    #sharegood , #feelgood , #getgood

    ReplyDelete
  35. Kurang setuju bro, justru karena agama (islam) ilmu pengetahuan berkembang pesat, coba liat artikel2 tentang zaman kegelapan( zaman keemasan islam) itulah ilmu2 dasar penemuan2 barat. Satu lagi bro sesungguhnya islam mewajibkan kita untuk terus belajar dan belajar, bukan hanya ilmu agama tapi harus seimbang. Kamu tahu universitas pertama didunia?
    Mereka yang menolak teknologi saya kira belum paham betul apa agama yang mereka anut. Contoh GUSDUR bro, plural tapi ttap dalam jalan agamanya.

    ReplyDelete
  36. sesatt?? menurutku gak.. even that's the truth. urusan agama itu urusan pribadi masing2. sehebat apapun kita mempelajari agama kita, tp kalo ujung nya merendahkan orang dan menyakiti hati orang, apa guna agama kita itu?
    drpd melihat tingkat keimanan orang lain, mending lihat sejauh apa yang kita udah berikan buat orang lain..

    pengen share ke fb, tp males dgn pemikirin aneh2 dr orang yg baca..

    btw, good article dek.. :D

    ReplyDelete
  37. yg bikin maju itu paham sekulerisme ?

    ReplyDelete
  38. Untuk anda yang menulis blog ini. Agama adalah sebuah peraturan yang lahir sebelum semua peraturan manusia itu lahir. Agama mengajarkan semua kebaikan (Islam). Jika ada orang beragama yang tidak berprilaku baik maka ialah orang yang hanya mengaku-ngaku punya agama. Anda harus mengkaji ilmu psikologi anda lagi. Coba anda lakukan riset bagaimanakah dunia tanpa agama (Islam). Anda tinjau pentingnya agama itu bagaimana. Jangan pernah meninjau pada satu aspek. Bijaksanalah dalam melakukan semua hal. Bijaksana adalah ketika kita mempertimbangkan semua hal kemudian baru memeutuskan sebuah kesimpulan.

    ReplyDelete
  39. Ente islam kan? Ntar tunggu ente mati ente bakalan ketemu jawabannya sebenarnya. Sesuai ga yg ente pikirkan, krn smw perbuatan akan dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  40. Baru nemu artikel ini, dan ini relevan dengan kondisi orang-orang kita yang udah menuhankan agama mereka masing-masing, keep posting lads !!

    ReplyDelete
  41. sumpah keren ajarin gue dong bikin artikel keren seperti apa hehehe

    ReplyDelete
  42. Setuju banget sama opini lu bang. Gue suka banget pas bagian ttg bir itu :v
    Gue tunggu tulisan yg lain �� BW back blog gue juga ya haha

    ReplyDelete
  43. Blog yang cerdas... semoga terus berkembang ... Saya ingin berbagi article tentang Strasbourg, kota Europa di http://stenote-berkata.blogspot.com/2018/06/strasbourg-kota-eropa.html
    Lihat juga video di youtube https://youtu.be/hirlxbYRGbY

    ReplyDelete
  44. Asyik bro konklusinya, awalny ak juga sangat memprotes tulisanmu dan banyak poin-poin yang ak ngga setuju dan ingin sekali memberikan komentar argumentatif,, tetapi ternyata kamu sudah menyadarinya bahkan hanya butuh waktu 2 tahun, oleh karena itu yang tadinya ak berseberangan pikiran dengan kamu sekarang sudah mendapatkan titik temu ideologi,, bahkan ak salut dengan kamu telah mengalami progress yang luar biasa,, lanjutkan hidupmu bro dan teruskan Perjuanganmu sampai titik penghabisan,, GOOD LUCK

    ReplyDelete