Jangan Kebanyakan Ngarep Sama Lawan Jenis!

9:23 PM 0 Comments


[Tulisan ini saya sajikan spesial untuk sahabat saya yang sedang mengalami patah hati karena gebetannya malah jadian dengan orang lain. Semoga maneh baca, bro.]

Malam itu, sahabat saya (sebut saja) Denu, bercerita kepada saya dan teman-teman terkait wanita idamannya. Denu saat itu sedang berbunga-bunga sekaligus khawatir, ya, namanya juga orang jatuh cinta. Obrolan malam itu cukup serius. Ditambah lagi dengan suasana jalanan malam di kota Bandung yang ”mistis”, tentu saja malam itu menjadi malam yang dramatis bagi kami ketika mendengar cerita tentang wanita idamannya.

Denu berbunga-bunga, karena dia pikir dia telah menemukan wanita idamannya yang selama ini ia cari. Semuanya tidak pernah terasa begitu pas di hatinya. Ia kenal dengan wanita tersebut karena mendapat kontak wanita tersebut dari teman satu kampusnya. Parasnya cantik dan kelakuannya baik, serta berbeda dengan mantan-mantannya. Alhasil, virus ngarep pun menimpa Denu.

Ia merasa bahwa si wanita ini sangat perhatian dengannya. Alasannya adalah karena chatnya selalu direspon dengan cepat akhir-akhir ini. Meskipun belum bertemu dengan wanita tersebut, Denu merasa sangat nyaman ketika chat-nya dibalas oleh wanita ini. Bahkan Denu sempat membayangkan bahwa dia akan pacaran dengan wanita tersebut. Sehingga di waktu dekat, Denu berencana untuk mengajak jalan wanita ini. Toh mau menunggu apa lagi, karena memang sudah suka sama suka dan sering ngobrol di chat. Denu pun cerita kepada saya dan teman-teman bahwa ia akan memperjuangkan wanita ini apapun yang terjadi.

Lalu, akhirnya saya bertanya kepada Denu, jika ternyata ajakannya ditolak, apa yang akan dia lakukan? Dan jawaban dia adalah

“Gua bakal berusaha terus, sampai dia mau nerima gua”

Begitulah sedikit cerita dari sahabat saya. Apakah ada yang bisa menemukan apa fallacy (kesalahan berpikir)  yang dilakukan oleh sahabat saya?

Okey, berikut saya jabarkan apa fallacy yang seharusnya tidak dilakukan oleh sahabat saya:
1. Terlalu ngarep padahal belum pernah bertemu
2. Chat selalu direspon = Perhatian
3. Akan terus berusaha, meskipun ditolak

Ada beberapa hal yang patut menjadi catatan di sini terkait mengapa hal-hal tersebut saya anggap fallacy.

1. Terlalu ngarep, padahal belum pernah ketemu
Menurut saya, cinta itu adalah sebuah investasi. Cinta tumbuh seiring dengan bertambahnya investasi yang kita berikan. Jika tidak ada investasi yang dilakukan, maka cinta tidak akan tumbuh, bahkan bisa saja pudar dan menghilang. Dalam hal ini, Denu sudah melakukan banyak investasi tanpa hasil yang jelas. Memikirkan wanita ini setiap saat, menunggu balasan chatnya, dan sebagainya.

Nah, kenapa mikir doang dan nunggu balesan termasuk sebuah investasi? Sebab itu termasuk investasi waktu dan pikiran. Semakin kita memikirkannya, cinta akan semakin tumbuh, namun pertanyaannya, apakah dia juga memikirkan kita? Well, bisa iya, bisa tidak. Apalagi jika kita belum bertemu dengan orang tersebut, seberapa besarkah kemungkinan mereka memikirkan kita juga? Bisa saja dia sedang chat dengan lawan jenis yang lain yang lebih menarik dari kita.

Berbicara tentang investasi. Ada sedikit analogi tentang “cinta = investasi”, bisa juga seperti ini. Misal anda punya dua buah motor di rumah anda. Untuk motor yang pertama, setiap hari anda rawat dan cuci motor tersebut, membawanya ke mana-mana, dan memamerkannya ke teman-teman anda. Sedangkan untuk motor kedua, anda tidak begitu merawat dan memakainya sesering motor pertama. Nah, saya yakin, pasti sakit hati jika motor yang pertama rusak akan lebih parah daripada jika motor kedua anda yang rusak. Apa yang menyebabkan hal tersebut? Jelas investasi. Semakin anda melakukan investasi kepada suatu objek, barang, atau seseorang, semakin anda akan terikat dengan objek tersebut dan semakin anda cinta dengan objek tersebut.

“It is the time you had wasted for your rose that makes your rose so important” - Anonymous

2. Chat selalu direspon = Perhatian
Ini sebetulnya salah satu kesalahan umum yang sering kali dialami oleh kaum muda galau. Selalu ingatlah bahwa chat yang direspon bukan berarti dia perhatian dengan anda. Bisa saja orang tersebut merespon karena merasa tidak enak jika chat dari anda tidak direspon. Bisa jadi hanya sebatas itu.

Sahabat saya juga sempat salah persepsi. Ia menceritakan kepada saya betapa perhatiannya wanita idamannya ketika wanita tersebut tidak mau diantar-jemput saat sahabat saya menawarkannya, tidak mau diberi hadiah, dll. Sudah sangat jelas bahwa itu bukanlah perhatian, itu hanyalah sebatas kesopanan. Perhatian itu jika dia memberi hadiah, mengucapkan selamat pagi kepada anda setiap hari, menanyakan kabar anda, dan sebagainya. Ingat, jangan salah persepsi antara “perhatian” dan “kesopanan”.

3. Berusaha terus mendekati, meskipun ditolak
Ini sebetulnya agak konyol, melihat bahwa ada unsur pemaksaan di sini. Ini juga termasuk hal yang menyebalkan. Bayangkan jika ada orang yang sudah anda tolak, namun ia masih saja mencoba menelfon anda setiap hari dengan alasan “terus berusaha”, kalau saya sih pasti akan saya block nomornya.

“Cinta itu tidak bisa dipaksakan....” - Anonymous

Terlepas dari beberapa fallacy di atas, menurut saya alasan orang ditolak oleh lawan jenis itu ada dua:
1. Kualitas diri kita kurang
2. Memang gak cocok

Ketika kualitas diri kita kurang, berarti kita harus evaluasi diri dan meningkatkan kualitas. Kemungkinannya kecil seorang cewek akan menolak seorang Justin Bieber, Brad Pitt atau CR7 yang tiba-tiba “nembak”. Yap, kualitas mereka sangatlah tinggi.

Alasan lain adalah memang karena gak cocok, kalau gak cocok, ya berarti harus move on. Sejalan dengan quotes yang sangat saya sukai dari salah satu co-founder Hitman System, Kei

“Banyak orang suka cokelat. Tapi, pasti ada aja kok orang yang gak suka cokelat.”  - Kei

*Keterangan: Kata “cokelat” juga bisa diganti dengan variabel lain, contohnya “FilosofiRemaja”, atau nama kamu.

Intinya gini, ketika orang gak suka cokelat, jangan maksa orangnya supaya suka cokelat, itu jadinya malah akan buang-buang waktu. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah: Terima selera orang tersebut dengan santai dan pergi dengan damai. ;)

Well, selesai sudah artikel ringan tentang percintaan kali ini.... Inget gengs, mencegah lebih baik daripada mengobati. Identifikasi tanda-tanda terjangkit virus ngarep, jangan sampai anda terkena juga setelah membaca artikel ini.

Inget juga bahwa cinta adalah investasi. Berinvestasilah dengan baik.

From Depok with love


Ifandi Khainur Rahim

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Show Comments: OR

0 comments: